Proyek Jalan Nasional Disorot, Pelaksana Diduga Produksi Hotmix Ilegal

Indikasi aspal hotmix diproduksi sendiri hingga mengakibatkan buruknya kualitas pekerjaan proyek. (foto: ist)

Rejang Lebong, mediabengkulu.co – Dugaan praktik korupsi dalam proyek tambal sulam jalan nasional di wilayah Air Meles Atas, Kecamatan Selupu Rejang, Kabupaten Rejang Lebong, kian menguat.

Masyarakat mencurigai bahwa hotmix yang digunakan dalam proyek ini diproduksi secara mandiri oleh pihak pelaksana, bukan berasal dari pabrik resmi Asphalt Mixing Plant (AMP).

Hasil investigasi di lapangan menemukan beberapa indikasi yang memperkuat dugaan tersebut.

Di sekitar kediaman pelaksana proyek, Jumadi, ditemukan tumpukan material sisa kormeling, drum aspal, serta sisa pembakaran yang diduga digunakan untuk produksi hotmix secara manual.

Tak hanya itu, kondisi jalan yang baru diperbaiki kembali rusak dalam waktu singkat dan berulang di titik-titik yang sama, memperkuat asumsi bahwa bahan yang digunakan tidak memenuhi standar kualitas AMP.

“Saya sangat kecewa dengan praktik seperti ini. Pihak pelaksana seolah tidak peduli dengan keselamatan dan kepentingan masyarakat,” ujar seorang warga setempat, Selasa (15/7/2025).

Pihak pelaksana proyek membantah keras tuduhan tersebut.

Menurut Jumadi, juru bicara pelaksana proyek, material yang ditemukan hanyalah sisa dari proyek lain yang tidak berkaitan dengan proyek jalan nasional tersebut.

“Kami tidak memproduksi hotmix sendiri untuk proyek ini. Material yang ditemukan adalah sisa proyek terdahulu. Hotmix kami pasok dari AMP Selamet Grup,” ujar Jumadi.

Namun, pernyataan tersebut dinilai tidak konsisten. Beberapa warga dan pengamat proyek meragukan keabsahan klaim itu, terutama karena tidak ada bukti logistik yang menguatkan bahwa pasokan hotmix berasal dari AMP resmi.

Desakan agar pemerintah segera turun tangan dan melakukan investigasi menyeluruh pun menguat.

Masyarakat berharap pengawasan terhadap proyek-proyek infrastruktur dilakukan secara ketat, guna mencegah praktik curang yang merugikan negara dan membahayakan keselamatan pengguna jalan.

Dugaan produksi hotmix ilegal oleh pihak pelaksana ini menjadi alarm serius akan lemahnya pengawasan dan potensi penyimpangan anggaran dalam proyek-proyek pemerintah di daerah. (Yurnal)