Pulihkan Tesso Nilo, Pemerintah Mulai Relokasi Warga dari Kawasan Taman Nasional

Pulihkan Tesso Nilo, Pemerintah Mulai Relokasi Warga dari Kawasan Taman Nasional. (Foto: ist)

Pekan Baru, mediabengkulu.co – Pemerintah mulai menata ulang kawasan Taman Nasional Tesso Nilo dengan merelokasi masyarakat yang bermukim di dalam area konservasi.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya memulihkan fungsi hutan sekaligus melindungi ekosistem satwa liar.

Relokasi dilakukan secara persuasif. Sejumlah warga bahkan menyerahkan lahan yang ditempati secara sukarela kepada negara.

Pemerintah menilai langkah ini sebagai sinyal kuat komitmen bersama menjaga kelestarian Tesso Nilo.

“Inilah yang terus kita dorong, dialog dan solusi bersama. Hari ini, relokasi menjadi bukti nyata komitmen itu,” kata Wakil Menteri ATR/BPN, Ossy Dermawan, saat kegiatan relokasi di Desa Bagan Limau, Kabupaten Pelalawan, Sabtu (20/12/2025).

Ossy menegaskan, relokasi tetap mengedepankan keadilan bagi masyarakat. Pemerintah memastikan hak warga tidak hilang seiring pemulihan kawasan hutan.

“Kami ingin Tesso Nilo kembali hijau, tetapi masyarakat juga tetap mendapatkan haknya,” ujarnya.

Berdasarkan verifikasi Satgas Garuda, terdapat 1.075 pemegang sertipikat yang lahannya berada di dalam kawasan TNTN.

Dalam kegiatan tersebut, pemerintah menerima 13 sertipikat secara simbolis dari masyarakat.

Penyerahan dilakukan kepada Wamen ATR/BPN, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, dan Plt Gubernur Riau, Sofyan Franyata Hariyanto.

Sebagai solusi tahap awal, pemerintah menyerahkan Surat Keputusan Perhutanan Sosial kepada tiga kelompok masyarakat.

Total lahan yang dikelola mencapai 633 hektare dan mencakup 228 kepala keluarga.

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, menyebut skema hutan kemasyarakatan menjadi jalan tengah antara perlindungan lingkungan dan kesejahteraan warga.

“Nanti akan ada proses Tanah Objek Reforma Agraria (TORA). Kawasan dilepas dari hutan, diserahkan ke ATR/BPN, lalu disertipikasi untuk masyarakat,” jelasnya.

Ia menegaskan, kebijakan ini bukan untuk memusuhi warga, melainkan menjaga masa depan Tesso Nilo.

“Kami ingin Tesso Nilo kembali menjadi rumah aman bagi gajah, tapir, rusa, dan satwa lain. Masyarakat kita relokasi dengan pendekatan manusiawi,” tegas Raja Juli.

Melalui relokasi dan perhutanan sosial, pemerintah berharap Tesso Nilo, kembali berfungsi sebagai kawasan konservasi, tanpa mengorbankan hak dan kehidupan masyarakat di sekitarnya. (**)