Kota Bengkulu, mediabengkulu.id – Anggota DPRD Kota Bengkulu dari Fraksi Partai NasDem, Riuslan, menggelar reses masa sidang pertama 2026 di Dapil II Gading Cempaka, Senin (16/2/2026).
Kegiatan ini menjadi forum resmi untuk menyerap aspirasi warga. Riuslan, menegaskan reses bukan sekadar agenda rutin, tetapi kesempatan mendengar langsung kebutuhan masyarakat.
“Reses ini momentum penting bagi kami mengetahui kondisi riil warga di lapangan,” ujarnya.
Empat Usulan Masuk Prioritas
Ia mengungkapkan ada empat usulan masyarakat yang sudah masuk daftar prioritas tahun anggaran berjalan.
Mayoritas terkait infrastruktur, mulai perbaikan jalan hingga drainase.
“Alhamdulillah ada empat item masuk prioritas. Namun realisasinya tetap bergantung kondisi anggaran,” kata Riuslan.
Menurutnya, efisiensi anggaran beberapa tahun terakhir membuat banyak aspirasi tertunda. Bahkan sekitar 90 persen usulan sempat belum terealisasi.
Mekanisme Anggaran Berubah
Riuslan menjelaskan kini anggota DPRD tidak lagi memiliki plafon anggaran langsung di dapil. Semua program harus melalui pembahasan bersama antara legislatif dan eksekutif.
“Sekarang sistemnya terpusat. Jadi prosesnya lebih panjang karena harus melalui mekanisme penganggaran bersama,” jelasnya.
Ia menambahkan pembangunan Pemerintah Kota Bengkulu saat ini fokus pada jalan, irigasi, dan jembatan. DPRD berupaya menyelaraskan aspirasi warga agar peluang realisasi lebih besar.
Ingatkan Tiga Fungsi DPRD
Dalam pertemuan itu, Riuslan juga mengingatkan fungsi DPRD, yakni pengawasan, legislasi, dan penganggaran.
“Tidak ada kebijakan pemerintah yang bisa berjalan tanpa persetujuan DPRD. Ini bentuk kontrol dan keseimbangan,” tegasnya.
Soroti BPJS dan Bansos
Selain infrastruktur, ia menyoroti layanan kesehatan dan bantuan sosial. Warga diminta melapor jika mengalami kendala layanan BPJS Kesehatan atau program UHC hanya dengan KTP Kota Bengkulu.
“Kalau ada warga tidak dilayani padahal punya KTP Kota Bengkulu, silakan laporkan. Kami tindak lanjuti,” katanya.
Di akhir kegiatan, Riuslan memastikan seluruh aspirasi akan didokumentasikan dan disampaikan resmi kepada pemerintah daerah.
“Reses ini bukan seremonial. Ini wadah menyuarakan kebutuhan masyarakat dan akan kami kawal bersama,” tutupnya. (Hln)
Reses DPRD Kota Bengkulu, Riuslan Prioritaskan Jalan dan Drainase






