Mukomuko, mediabengkulu.co – Bupati Mukomuko Sapuan menghimbau masyarakat untuk mewaspadai penyebaran penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat.
Bupati Sapuan menegaskan penerapan pola hidup bersih dan sehat benar-benar penting untuk dilakukan.
“Saat ini sudah ada warga di daerah ini yang meninggal dunia akibat DBD, untuk itu warga harus mewaspadai penyakit ini,” kata Sapuan, Selasa (22/8/2023).
Sapuan mengatakan hal itu karena ditemukan penambahan kasus DBD di wilayah yang ditemukan pasien DBD meninggal dunia di Desa Lubuk Sanai, Kecamatan XIV Koto.
Sebelum penyakit DBD menyebar di daerah ini, warga harus melakukan pencegahan dengan cara menguras bak mandi, menutup rapat tempat penampungan air.
Sapuan meminta masyarakat untuk menerapkan 5M yaitu mengubur barang bekas yang dapat menampung air, menutup tempat penampungan air, menguras bak mandi, atau penampungan air 2 kali dalam satu minggu.
Selanjutnya menaburkan bubuk abate ditempat penampungan air yang sulit dibersihkan dan mengganti air di vas bunga, serta masyarakat dapat menjaga kesehatan dengan mengkonsumsi gizi yang seimbang.
Kemudian, warga juga harus mengetahui tentang pertolongan pertama terhadap orang yang terjangkit DBD, yakni minum air putih sebanyak mungkin, minum obat penurun demam, dan kompres dengan air dingin.
Kabid Pemberantasan Penyakit Menular Dinas Kesehatan Kabupaten Mukomuko Jajad Sudrajat sebelumnya meminta partisipasi masyarakat melakukan pemberantasan sarang nyamuk, guna mencegah penyakit demam berdarah dengue di lingkungannya.
“Kami akan bersurat ke puskesmas dan pemerintah desa untuk mengajak partisipasi masyarakat terkait gerakan bersama PSN di lingkungannya,” ujar dia.
Ia mengatakan, kegiatan pemberantasan sarang nyamuk ini dikoordinir oleh puskesmas melalui camat, untuk waktu pelaksanaan pemberantasan sarang nyamuk, apakah hari Jumat atau hari Minggu.
Gerakan bersama pemberantasan sarang nyamuk di daerah ini, tidak hanya dilakukan di Desa Lubuk Sanai saja tetapi di seluruh desa di Kabupaten Mukomuko.
Menurutnya, kalau fogging saja percuma karena fogging sesuatu yang menimbulkan risiko dan efek karena fogging itu racun.
“Penanganan pemberantasan sarang nyamuk, kalau tindakan fogging cuma membunuh nyamuk dewasa kalau fogging tidak ditindaklanjuti dengan pemberantasan sarang nyamuk percuma karena tiga hari muncul lagi jentiknya ribuan,” ujar dia. (Adv/Jms)






