Bengkulu Selatan, mediabengkulu.co – Petani di Desa Tanjung Agung, Kecamatan Seginim, Kabupaten Bengkulu Selatan kembali mengeluhkan kondisi sawah mereka yang rutin terendam banjir saat musim hujan tiba.
Hingga saat ini, belum ada upaya serius dari pemerintah untuk menangani persoalan tersebut.
Kepala Desa Tanjung Agung, Januari, mengatakan banjir yang melanda lahan pertanian warganya bukan lagi hal baru. Bahkan, saat curah hujan tinggi, air merendam seluruh area sawah hingga saluran irigasi (siring) tak lagi terlihat.
“Warga saya selalu mengeluh saat musim hujan datang. Sawah mereka terendam air, bahkan sering kali menyebabkan gagal panen,” ujar Januari, Selasa (19/8/2025).
Menurutnya, kondisi ini sudah berlangsung cukup lama dan berdampak langsung pada produktivitas pertanian serta perekonomian masyarakat. Namun, upaya yang telah dilakukan pemerintah desa masih terbatas karena terkendala anggaran.
“Kami sudah berkali-kali mengajukan proposal bantuan ke instansi terkait. Tapi sampai sekarang belum juga ada tindak lanjut. Sementara dana desa belum cukup untuk membangun saluran irigasi yang memadai,” tambahnya.
Puluhan Hektare Terancam Gagal Panen
Banjir musiman ini diperkirakan menggenangi puluhan hektare sawah di area yang dikenal sebagai hamparan Air Putih. Kondisi ini membuat para petani was-was setiap kali hujan turun dengan intensitas tinggi, karena risiko kerusakan tanaman dan gagal panen sangat besar.
Para petani berharap ada langkah nyata dari pemerintah daerah maupun provinsi untuk segera membangun sistem irigasi yang memadai sebagai solusi jangka panjang.
“Kami hanya ingin ada perhatian dari pemerintah. Tolong bantu kami membangun siring agar air tidak terus-menerus merendam sawah saat hujan. Ini menyangkut mata pencaharian masyarakat desa,” ujar salah satu petani setempat.
Warga Tanjung Agung mendesak adanya tindakan cepat dan nyata dari instansi terkait, mengingat pertanian merupakan tulang punggung ekonomi desa. Jika dibiarkan terus berlarut, mereka khawatir situasi ini akan memperburuk kondisi sosial dan kesejahteraan masyarakat. (Sugianto)
Sawah di Tanjung Agung Kerap Terendam Banjir, Petani Minta Pemerintah Turun Tangan






