SDN 166 Bengkulu Utara Bangun Kebun Sekolah, Wujudkan Profil Pelajar Pancasila

Pembuatan kebun sekolah di lahan belakang sekolah, yang melibatkan siswa, guru, dan orang tua wali murid. (foto: dok/ist)

Bengkulu Utara, mediabengkulu.co – Dalam semangat Kurikulum Merdeka, SD Negeri 166 Bengkulu Utara memunculkan inovasi pendidikan melalui implementasi Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila atau P5.

Salah satu bentuk nyata dari proyek tersebut adalah pembuatan kebun sekolah di lahan belakang sekolah, yang melibatkan siswa, guru, dan orang tua wali murid.

Kegiatan gotong royong tersebut, dipusatkan di area belakang sekolah. Para wali murid kelas VI, dewan guru, dan para siswa bahu-membahu membersihkan lahan dan mulai menanaminya dengan berbagai tanaman sayur mayur.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana belajar, tetapi juga membangun semangat kolaborasi dan kepedulian terhadap lingkungan.

Kepala SDN 166, Jarnawi, menjelaskan bahwa kebun sekolah ini merupakan hasil musyawarah antara pihak sekolah dengan komite dan wali murid. Sebagai bagian dari proyek P5 dengan tema “Gaya Hidup Sehat dan Berkelanjutan”.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin menanamkan nilai-nilai seperti kerja keras, kerjasama, tanggung jawab, serta cinta lingkungan kepada para siswa. Kebun ini akan menjadi media pembelajaran yang kontekstual dan bermakna,” ujar Jarnawi, Rabu (30/4/2025).

Jarnawi menambahkan, selain program kebun sekolah, pihak sekolah secara rutin mengadakan Jumat Bersih setiap pekan setelah senam pagi.

Kegiatan tersebut juga mendukung visi dan misi pemerintah daerah Bengkulu Utara dalam menciptakan lingkungan sekolah yang sehat dan bersih.

Sementara itu, Ketua Komite Sekolah, Sarwoko, menyambut baik inisiatif tersebut. Menurutnya, kegiatan gotong royong ini tidak hanya mempererat silaturahmi antar orang tua dan guru, tetapi juga memperindah sekolah serta memberikan pengalaman belajar langsung bagi siswa.

“Kami sangat mendukung kegiatan seperti ini. Anak-anak jadi belajar langsung dari alam, sekaligus mempererat hubungan antara sekolah dan orang tua,” tutup Sarwoko.

Tampak antusiasme tinggi dari para orang tua yang bersama anak-anak mereka bekerja sama menciptakan kebun yang tidak hanya hijau, tapi juga sarat makna pendidikan.

Laporan: Ansor // Editor: Helen