Sekda Hartono: Setiap Rupiah untuk Kepahiang Harus Tepat Sasaran

audiensi antara Badan Anggaran (Banggar) DPRD Provinsi Bengkulu dan Pemerintah Kabupaten Kepahiang, Selasa (2/12/2025). (foto: ist)

Kepahiang, mediabengkulu.co – Sekretaris Daerah Kabupaten Kepahiang, Hartono, menjadi salah satu figur kunci dalam audiensi antara Badan Anggaran (Banggar) DPRD Provinsi Bengkulu dan Pemerintah Kabupaten Kepahiang, Selasa (2/12/2025).

Pertemuan yang berlangsung di Ruang Command Centre ini digelar untuk memastikan program pembangunan provinsi dan kabupaten berjalan selaras pada 2026.

Audiensi dihadiri tiga anggota DPRD Provinsi Bengkulu dari Dapil V: Edwar Samsi, Zainal, dan Darmawansyah, serta Bupati kepahiang, Zurdinata, Wakil Bupati Abdul Hafizh, dan para kepala OPD.

Dalam pertemuan itu, Sekda Hartono, berperan penting sebagai penghubung teknis antara kebutuhan daerah dan alokasi anggaran provinsi.

Ia menegaskan bahwa sinkronisasi program adalah kunci agar anggaran yang digelontorkan provinsi dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat Kepahiang.

“Kita harus memastikan setiap rupiah yang masuk ke Kepahiang tepat sasaran. Koordinasi dengan Banggar penting agar program provinsi dan kebutuhan daerah tidak berjalan sendiri-sendiri,” kata Hartono.

Ia juga menyoroti perlunya efisiensi dan akurasi perencanaan.

“Anggaran provinsi untuk Kepahiang cukup besar. Ini harus ditopang perencanaan OPD yang matang agar pelaksanaannya efektif,” tegasnya.

Bupati Zurdinata, menyampaikan apresiasi atas dukungan provinsi yang mengalokasikan sekitar Rp60 miliar untuk Kepahiang pada 2026.

Anggaran itu meliputi infrastruktur, pertanian, perkebunan, hingga sektor kesehatan.

Anggota Banggar DPRD Bengkulu, Edwar Samsi, memaparkan proyek-proyek prioritas, di antaranya pembangunan jalan batas Kepahiang–batas Sumsel (Rp12 miliar), perbaikan pelapis tebing ruas Pasar Kepahiang–batas Sumsel (Rp15 miliar), dan pembangunan Jembatan Desa Bogor Baru (Rp25 miliar).

Ia juga menyebut adanya dukungan untuk TMMD Ujan Mas, peningkatan sektor pertanian–perkebunan, serta program PBI BPJS Kesehatan.

Audiensi ini, menjadi momentum memperkuat kolaborasi lintas pemerintahan.

“Kepahiang tidak bisa berdiri sendiri. Dengan sinergi provinsi, pembangunan bisa lebih cepat dan lebih merata,” tutup Sekda Hartono. (Adv/Syarif)