Kepahiang, mediabengkulu.co – Malam puncak Hompimpah Bengkulu 2025 berlangsung meriah di Halaman Pemda Kepahiang, Minggu (30/11/2025).
Ribuan warga memenuhi lokasi acara untuk menyaksikan penampilan artis ibu kota Toton Caribo.
Di balik gemerlap panggung, Sekretaris Daerah Kabupaten Kepahiang, Hartono, menilai acara ini bukan hanya hiburan, tetapi momentum memperkuat identitas budaya sekaligus solidaritas sosial.
Sekda Hartono, hadir mendampingi Bupati dan jajaran Forkopimda. Ia mengapresiasi antusiasme warga serta kolaborasi berbagai pihak, terutama Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah VII Bengkulu–Lampung.
“Hompimpah memperlihatkan betapa kuatnya kecintaan masyarakat terhadap budaya daerah. Ini modal besar bagi Kepahiang untuk terus berkembang,” ujarnya.
Menurut Hartono, antusiasme warga menunjukkan bahwa ruang kreasi budaya harus terus diperluas.
“Kegiatan seperti ini bukan hanya panggung hiburan, tetapi ruang pemersatu. Pemerintah daerah tentu mendukung agar Hompimpah bisa menjadi agenda tahunan,” katanya.
Di panggung utama, Toton Caribo membuka konser dengan mengajak penonton berdoa untuk korban bencana di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh.
Layar besar bertuliskan “Pray for Sumatera” menjadi latar lagu perdananya, Hilang.
“Semoga saudara-saudara kita diberikan kekuatan menghadapi ujian ini,” ucap Toton.
Sekda Hartono menyambut baik pesan kemanusiaan tersebut. Ia menilai Hompimpah tahun ini memiliki nilai lebih karena menyatukan kepedulian warga.
“Saat musik, budaya, dan solidaritas bertemu, itulah wajah Kepahiang yang sebenarnya—ramah, peduli, dan penuh kebersamaan,” kata Hartono.
Acara semakin meriah dengan lagu-lagu Tabola Bale, Bale Pulang, dan Ngapain Repot, yang membuat ribuan penonton bergoyang.
Selain Toton Caribo, penyanyi Bengkulu Nirwana LIDA ikut menghibur warga, dipandu MC Boby Fransisco dan Dilla Okta Triani.
Malam puncak Hompimpah 2025 turut dihadiri Bupati H. Zurdi Nata, Wakil Bupati Ir. Abdul Hafizh, Kepala BPK Wilayah VII Iskandar Mulia Siregar, Anggota DPRD, para Kepala OPD, Ketua TP PKK, Ketua GOW, dan Ketua DWP Kepahiang.
Hompimpah 2025 meninggalkan pesan penting: budaya daerah adalah kekuatan, dan kepedulian adalah jati diri Kepahiang.
“Kita akan terus mendukung ruang-ruang budaya seperti ini. Masyarakat telah menunjukkan bahwa mereka siap merawatnya,” tegasnya. (Adv/syarif)
Sekda Kepahiang Apresiasi Hompimpah 2025: Momen Budaya dan Solidaritas






