Jakarta, mediabengkulu.co – Sekretaris Jenderal Kementerian ATR/BPN, Pudji Prasetijanto Hadi, membuka Kick Off Implementation Support Mission, Senin (6/10/2025).
Acara tersebut, memaparkan lima langkah percepatan dan peningkatan kinerja Integrated Land Administration and Spatial Planning Project (ILASPP).
Ia menegaskan pentingnya kerja sama semua pihak demi memastikan ILASPP memberi dampak nyata.
“Keberhasilan program ini tidak tergantung anggaran besar, tapi pada cara kita menjaga dan menjalankannya,” tegas Pudji, di Aula Prona, Jakarta.
Berikut lima langkah percepatan ILASPP:
1. Optimalisasi anggaran Triwulan IV.
2. Pelatihan dan kajian peningkatan kapasitas SDM.
3. Penguatan peran Steering Committee.
4. Percepatan proses pengadaan.
5. Penyusunan Annual Work Plan 2026.
Ia juga mengingatkan pentingnya akuntabilitas, transparansi, dan integritas dalam tiap proses.
“Jangan hanya puas pada angka di atas kertas. Fokus pada hasil nyata yang dirasakan masyarakat,” ujarnya.
ILASPP merupakan proyek strategis nasional senilai 653 juta dolar AS atau sekitar Rp11 triliun, dibiayai Bank Dunia.
Program ini berlangsung lima tahun, dari 2025 hingga 2029, melibatkan tiga kementerian/lembaga utama.
Kepala Biro Perencanaan dan Kerja Sama, Andi Tenri Abeng, mencatat realisasi anggaran ATR/BPN per 30 September 2025 mencapai Rp44,2 miliar atau 9,03% dari pagu tahun ini.
Perwakilan Bank Dunia, Willem van der Muur, menekankan pentingnya kelancaran proses procurement dan mitigasi risiko demi kesuksesan program.
Hadir dalam acara ini, pejabat tinggi ATR/BPN, Kemenko Perekonomian, Kemendagri, Bappenas, dan tim World Bank. (**)
Sekjen ATR/BPN Beberkan Lima Langkah Percepat Kinerja ILASPP






