Sekolah Rakyat Dipercepat, Siap Tampung 30 Ribu Siswa

Presiden Prabowo Subianto saat meresmikan Sekolah Rakyat sebagai program pendidikan bagi anak dari keluarga miskin
Presiden Prabowo Subianto meresmikan operasional Sekolah Rakyat yang ditargetkan menampung 30 ribu siswa hingga akhir tahun ini. (foto: ist)

Jakarta, mediabengkulu – Pemerintah mempercepat realisasi Program Sekolah Rakyat untuk memperluas akses pendidikan nasional.

Hingga saat ini, sebanyak 166 Sekolah Rakyat telah beroperasi di 34 provinsi.

Program ini menyasar anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem.

Pemerintah menempatkannya sebagai strategi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak dini.

Presiden Prabowo Subianto menegaskan kapasitas Sekolah Rakyat akan terus ditingkatkan.

Jumlah siswa yang saat ini mencapai 15.000 anak ditargetkan naik menjadi 30.000 siswa hingga akhir tahun ini.

“Kalau hari ini baru 15.000, saya dilaporkan akhir tahun bisa capai 30.000. Target akhirnya, tiap Sekolah Rakyat menampung 1.000 murid, dengan total 500.000 siswa,” ujar Prabowo.

Menurut Prabowo, Sekolah Rakyat merupakan investasi negara untuk memutus mata rantai kemiskinan melalui pendidikan yang merata dan berkualitas.

Pemerintah menargetkan ekosistem Sekolah Rakyat mampu menampung hingga 500.000 siswa secara nasional.

Setiap unit sekolah dirancang berkapasitas sekitar 1.000 murid, dilengkapi fasilitas memadai serta kurikulum berbasis karakter, kompetensi, dan kemandirian.

Pembangunan fisik dan sistem pembelajaran dilakukan bertahap dan terukur agar kualitas pendidikan tetap terjaga.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menyampaikan bahwa proses seleksi siswa Sekolah Rakyat tahun ini tengah dipersiapkan. Pemerintah telah mengalokasikan kuota 30.000 siswa.

“Kita lagi persiapan seleksi. Kalau gedung permanen selesai, Insya Allah 30 ribu siswa bisa ditampung tahun ini,” kata Gus Ipul.

Ia menegaskan, sasaran utama program ini adalah anak-anak dari keluarga miskin ekstrem (desil 1) dan miskin (desil 2), dengan penetapan calon siswa melalui keputusan kepala daerah.

Dukungan juga datang dari daerah. Bupati Pinrang, Sulawesi Selatan, H.A. Irwan Hamid, menyatakan komitmennya mendukung penuh Sekolah Rakyat sebagai program prioritas nasional.

“Sekolah Rakyat membuka akses pendidikan yang lebih adil bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu,” tegas Irwan.

Ia berharap program ini melahirkan generasi muda yang cerdas, berkarakter, dan berdaya saing.

“Kita ingin anak-anak yang intelek, adaptif, tapi tetap menjunjung etika dan akhlak. Ini investasi jangka panjang bagi masa depan,” pungkasnya.

Sekolah Rakyat dinilai menjadi wujud nyata kehadiran negara bagi kelompok paling rentan.

Pendidikan ditempatkan sebagai kunci utama untuk membangun masa depan yang lebih adil dan berkelanjutan. (**)