Biak Numfor, mediabengkulu.co – Pemerintah mempertegas komitmen menghadirkan keadilan pendidikan hingga wilayah terluar melalui Program Sekolah Rakyat.
Di Papua, program ini dinilai menjadi solusi nyata bagi ratusan ribu anak yang terancam putus sekolah akibat keterbatasan ekonomi dan tantangan geografis.
Hal tersebut disampaikan Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, saat meninjau Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 41 Biak Numfor, Papua, Selasa (13/1/2026).
Wapres Gibran menegaskan Sekolah Rakyat merupakan program strategis yang digagas Presiden Prabowo Subianto untuk membuka akses pendidikan yang setara dan inklusif, khususnya bagi anak-anak Papua.
“Penguatan Sekolah Rakyat adalah arahan langsung Presiden Prabowo Subianto. Program ini menjadi instrumen negara untuk memutus rantai putus sekolah, terutama di daerah dengan keterbatasan ekonomi dan geografis,” ujar Gibran.
Berdasarkan data, jumlah anak putus sekolah di Papua diperkirakan mencapai sekitar 700 ribu orang.
Sekolah Rakyat diharapkan mampu menjawab persoalan tersebut secara berkelanjutan melalui pendidikan gratis, pembentukan karakter, dan penguatan keterampilan.
Kepala Sekolah SRMA 41 Biak, Samuel Franklyn Yawan, menyebut Sekolah Rakyat telah beroperasi sekitar enam bulan dan membawa dampak positif bagi masyarakat.
“Sekolah Rakyat menjadi harapan besar bagi keluarga kurang mampu di Biak Numfor. Keinginan orang tua akan pendidikan seperti ini akhirnya terwujud,” kata Samuel.
Ia menambahkan, fasilitas sekolah terus dilengkapi secara bertahap. Sarana pembelajaran kini mencakup dapur, perangkat digital seperti laptop dan smartboard di setiap kelas, hingga kelengkapan seragam siswa.
Secara nasional, Sekolah Rakyat Tahap I telah berjalan pada Tahun Ajaran 2025/2026 di 166 sekolah yang tersebar di 34 provinsi.
Di Papua, program ini hadir di enam lokasi dengan kapasitas 600 siswa dari jenjang SD hingga SMK, menjadi bukti nyata kehadiran negara dalam menjamin hak pendidikan anak bangsa. (**)
Sekolah Rakyat Jadi Solusi Putus Sekolah Anak Papua






