Sekolah Rakyat Mukomuko Lolos Verifikasi Pusat, Tertahan Administrasi Menuju Tahap Nasional

lahan pembangunan Sekolah Rakyat di Desa Tanah Rekah Mukomuko yang telah lolos verifikasi pemerintah pusat
Kepala Bidang Rehabilitasi Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial Mukomuko, Zoni Fourwanda. (foto: ist)

Mukomuko, mediabengkulu.id – Rencana pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Mukomuko menunjukkan progres positif.

Lokasi yang diajukan dinyatakan lolos verifikasi pemerintah pusat dan siap melangkah ke tahap berikutnya.

Namun, proyek belum bisa masuk tahap III tingkat nasional. Kendalanya ada pada kelengkapan administrasi yang masih disempurnakan.

Tim dari Kementerian PUPR sebelumnya telah turun langsung ke lapangan. Hasilnya, lahan dinyatakan layak tanpa masalah, baik dari sisi legalitas maupun kondisi fisik.

Lokasi pembangunan berada di Desa Tanah Rekah, Kecamatan Kota Mukomuko, dengan luas mencapai 8,6 hektare.

Area ini dinilai representatif untuk pembangunan fasilitas pendidikan berskala besar.

Tinggal Lengkapi Dokumen

Kepala Bidang Rehabilitasi Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial Mukomuko, Zoni Fourwanda, menegaskan proyek secara substansi telah siap.

“Secara verifikasi lapangan, semuanya layak. Tidak ada masalah pada lahan. Sekarang kami fokus melengkapi dokumen agar bisa masuk tahap III nasional,” ujarnya.

Ia menyebut, setelah administrasi rampung, proyek akan masuk tahap penyusunan Detail Engineering Design (DED) pada Juli mendatang.

“DED akan menjadi acuan utama pembangunan, mulai dari gambar teknis, spesifikasi, hingga estimasi anggaran,” jelasnya.

Proyek Ditangani Pusat

Proyek Sekolah Rakyat ini merupakan bagian dari skema Proyek Strategis Nasional. Seluruh proses pembangunan akan ditangani pemerintah pusat.

Pemerintah daerah tidak terlibat dalam lelang maupun pelaksanaan fisik proyek.

Harapan Tingkatkan Akses Pendidikan

Zoni optimistis proses administrasi segera tuntas sehingga pembangunan bisa dimulai.

“Kami yakin tahapan ini segera selesai. Sekolah Rakyat ini diharapkan menjadi solusi untuk meningkatkan akses pendidikan masyarakat Mukomuko,” tutupnya. (wisky)