Jakarta, mediabengkulu.co – Presiden Prabowo Subianto, menyatakan swasembada beras nasional tercapai jauh lebih cepat dari target.
Program yang dipatok empat tahun berhasil direalisasikan hanya dalam satu tahun.
Pernyataan itu disampaikan Presiden Prabowo saat berbicara di forum World Economic Forum (WEF).
Ia menyebut produksi beras Indonesia kini berada pada level tertinggi sepanjang sejarah.
“Saya memberi target empat tahun, tetapi tim saya mampu mencapainya dalam satu tahun,” kata Prabowo, Sabtu (24/1/2026).
Presiden menegaskan capaian tersebut menjadi bukti kerja nyata pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan.
Ia optimistis Indonesia mampu mewujudkan kemandirian pangan strategis lainnya dalam empat tahun ke depan.
“Saya yakin kita bisa mandiri pangan secara menyeluruh,” ujarnya.
Dukungan terhadap agenda swasembada pangan terlihat kuat di daerah.
Gubernur Sulawesi Utara Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus memastikan stok beras di wilayahnya dalam kondisi aman.
“Beras di Sulut tercukupi. Kami rutin menggelar Gerakan Pangan Murah dan menyalurkan cadangan beras pemerintah, terutama jelang Natal dan Tahun Baru,” katanya.
Ia menyebut langkah tersebut efektif menekan inflasi.
Sulawesi Utara tercatat sebagai daerah dengan inflasi terendah ketiga nasional pada 2025.
Pemprov Sulut juga menyiapkan distribusi kembali 2.000 hektare lahan pertanian, bantuan sarana produksi, serta pompa air untuk menghadapi musim kemarau.
Gubernur Yulius, mengingatkan petani agar tidak menimbun hasil panen.
Peran dunia usaha ikut menguatkan swasembada pangan. PT Global Nutri Agrinusa (GNA) memfasilitasi panen raya di Desa Gabus, Kabupaten Pati, melalui produk pupuk Suma.
Perwakilan PT GNA, Endah Sri Wahyuningati, mengatakan pihaknya siap berkolaborasi dengan petani.
Hasil ubinan menunjukkan produktivitas lahan menembus lebih dari 10 ton per hektare.
“Kami siap mendampingi petani agar hasil panen optimal,” tutupnya. (**)
Swasembada Pangan Dipercepat, Daerah dan Dunia Usaha Tancap Gas






