Kota Bengkulu, mediabengkulu.id – Seorang pria diduga tidak membayar usai memesan wanita penghibur melalui aplikasi MiChat.
Insiden itu memicu keributan di sebuah kosan di Jalan Citandui, Kelurahan Kandang, Kecamatan Kampung Melayu, Kota Bengkulu, Sabtu (28/2/2026) sekitar pukul 19.30 WIB.
Peristiwa ini terungkap setelah warga menerima laporan masyarakat terkait keributan di bedengan milik M. Ansori.
Kronologi Kejadian
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kejadian bermula sekitar pukul 18.13 WIB. Pelaku diduga memesan jasa korban melalui aplikasi MiChat, dengan tarif Rp250 ribu.
Sekitar pukul 18.24 WIB, pelaku tiba di kosan korban dan langsung masuk.
Saat itu korban sempat berkata kepada saksi yang berada di ruang tamu, “Tut, ado tamu aku,” sebelum saksi masuk ke kamar.
Korban dan pelaku kemudian melakukan hubungan badan di ruang tamu kosan tersebut.
Setelah selesai, pelaku berpamitan dengan alasan hendak mengambil uang di dalam jok sepeda motornya.
Namun korban curiga, kemudian menyusul pelaku ke luar. Dugaan korban benar, pelaku tidak memiliki uang untuk membayar sesuai kesepakatan.
Keributan pun pecah. Adu mulut tak terhindarkan.
Korban kemudian mengambil kunci kontak sepeda motor milik pelaku, sementara pelaku berusaha kabur dengan mendorong motornya.
Korban berteriak meminta tolong. Warga sekitar berdatangan dan langsung mengamankan pelaku di lokasi kejadian.
“Warga cepat datang setelah mendengar teriakan minta tolong,” ujar seorang saksi di lokasi.
Pelaku selanjutnya dilaporkan ke Mako Polsek Kampung Melayu untuk proses lebih lanjut.
Polisi Tindaklanjuti Laporan
Kasus dugaan tidak membayar jasa wanita penghibur ini kini dalam penanganan pihak kepolisian setempat. Polisi masih mendalami keterangan korban, saksi, dan terduga pelaku.
Peristiwa ini menjadi perhatian warga karena terjadi di lingkungan kosan padat penduduk.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait status hukum terduga pelaku.
Pewarta: Helen
Tak Bayar Rp250 Ribu, Pria MiChat Diamankan Warga






