Seluma, mediabengkulu.co – Terkait beredarnya di berbagai platform media sosial tentang keluhan mahasiswa UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu, yang mengaku dicekoki tuak hingga kehilangan pakaian dalam.
Saat melaksanakan KKN di Desa Air Latak, Kecamatan Seluma Barat, Kabupaten Seluma. Kades Air Latak, Riswan Efendi, mendatangi Polres Seluma untuk klarifikasi permasalahan tersebut.
Riswan mengatakan, cuitan itu jelas sudah berlebihan, sejak mahasiswa KKN tinggal di desa tidak perna melapor dengan pihak pemerintah desa terhadap gangguan seperti yang disampaikan di media sosial.
“Setiap ditanya ada kendala atau tidak, mereka tidak terbuka,” ungkap Riswan, Jumat (12/7/2024).
Pihaknya baru mengetahui permasalah yang dialami mahasiswa KKN setelah Kordes KKN pamit untuk pinda lokasi KKN yaitu di Desa Arang Sapat, Kecamatan Lubuk Sandi.
“Saat itu barulah mereka melapor merasa tidak nyaman, digedor tengah malamlah, motor dirusaklah, pipa dirusak dan macam-macam, celana dalam hilang,” ucap Riswan.
Setelah viralnya perkara ini, Pemerintah Desa Air Latak meminta kepada Polres Seluma untuk memfasilitasi dengan mahasiswa UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu agar dapat segera diselesaikan.
“Masyarakat dan pemerintah desa berharap perkara ini tidak berlarut-larut, dan meminta kepolisian untuk memfasilitasi,” kata Riswan.
Sementara Kasat Reskrim Polres Seluma, AKP. Dwi Wardoyo, mengatakan kalau pihaknya masih mendalami dan mempelajari lebih lanjut terkait viralnya mahasiswa KKN yang pergi dari Desa Air Latak.
“Kita selidiki dulu, nanti kita mintai klarifikasi semuanya, apakah ada unsur pidananya atau tidak. Kalau perlu kita fasilitasi untuk dipertemukan agar cepat selesai,” terang Dwi Wardoyo.
Laporan: Alsoni Mukhtiar // Editor: Sony






