Tiga DPO KKB Yahukimo Dipindah ke Jayapura, Satgas Damai Cartenz Bongkar Kasus Berdarah

Aparat Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 mengawal tiga DPO KKB Yahukimo saat dipindahkan ke Jayapura
Personel Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 mengawal ketat tiga DPO KKB Yahukimo saat tiba di Jayapura untuk menjalani proses hukum lebih lanjut di Polda Papua. (foto; ist)

Yahukimo, mediabengkulu.id – Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 memindahkan tiga DPO KKB Yahukimo ke Jayapura, Senin (23/2/2026). Ketiganya akan menjalani proses hukum di Polda Papua.

Tiga tersangka itu yakni Homi Heluka, Enage Hiluka, dan Kotor Payage alias Kotoran Giban.

Aparat menangkap mereka di Yahukimo lalu menerbangkannya ke Jayapura dengan pengawalan ketat demi alasan keamanan.

Kasatgas Humas Damai Cartenz 2026, Kombes Pol Yusuf Sutejo, menegaskan ketiganya merupakan tokoh KKB yang masuk daftar pencarian orang.

Mereka diduga terlibat serangkaian kejahatan berat, mulai dari pembakaran, penganiayaan, hingga pembunuhan.

“Hari ini kami kirim tiga tersangka dari Yahukimo ke Jayapura untuk proses hukum lebih lanjut,” tegas Yusuf.

Satgas membeberkan rekam jejak kasus para tersangka. Homi Heluka, diduga terlibat penembakan anggota Brimob pada 2022, pembakaran mobil dinas, pembunuhan pendulang emas, hingga penyerangan aparat dan warga sipil sepanjang 2025–2026.

Enage Hiluka, diduga terlibat penikaman seorang penjual pinang pada Februari 2026 serta pembunuhan pada 2025.

Sementara Kotor Payage, diduga terlibat percobaan pembunuhan dan penembakan warga pada Februari 2026.

Pemindahan dilakukan melalui Bandara Sentani sekitar pukul 14.00 WIT. Setiba di Jayapura, ketiganya menjalani pemeriksaan kesehatan di RS Bhayangkara sebelum diperiksa intensif oleh penyidik.

Kaops Damai Cartenz 2026, Brigjen Pol Faizal Ramadhani, menegaskan penanganan kasus dilakukan profesional dan sesuai hukum.

Penyidik juga membuka peluang pengembangan untuk membongkar jaringan lebih luas.

Satgas memastikan seluruh proses berjalan aman dan terkendali. Operasi Damai Cartenz menegaskan komitmen menindak tegas aksi kekerasan bersenjata demi menjaga keamanan Papua. (**)