Kota Bengkulu, mediabengkulu.co – Tim Satgas Percepatan Penurunan Stunting menemukan ada anak yang terindikasi stunting di Kota Bengkulu.
Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Bengkulu, Dewi Dharma.
Dalam kegiatan diseminasi hasil audit kasus stunting yang dihadiri para pakar yang berkaitan dengan stunting, baik dari spesialis dokter anak, BKKBN, dan pihak kecamatan, di Ruang Hidayah I Kantor Wali Kota Bengkulu, Kamis (20/6/2024).
Dalam forum tersebut, dipaparkan hasil audit kasus stunting di Kota Bengkulu, kemudian berdiskusi tentang cara dan strategi untuk terus menurunkan kasus stunting.
Dewi mengatakan, audit kasus stunting yang dilakukan hari ini merupakan tindaklanjut mini lokakarya di sembilan kecamatan Kota Bengkulu.
Hal ini dilakukan untuk mengetahui apakah ditemukan adanya anak-anak terindikasi stunting atau tidak.
“Kalau untuk kasus tidak ada, tapi terindikasi, makanya kita ada tim pakar untuk menindaklanjuti melalui audit kasus stunting,” ujar Dewi.
Dewi menuturkan, berdasarkan pantauan dari Tim Satgas Percepatan Penurunan Stunting Kota Bengkulu, masih minimnya kepedulian masyarakat.
Terhadap kesehatan dan kebersihan lingkungan sekitar, yang juga mengakibatkan masalah stunting, sanitasi lingkungan secara tidak langsung mempengaruhi gizi balita.
Sanitasi yang buruk dapat menimbulkan penyakit infeksi pada balita seperti diare dan cacingan, yang dapat menganggu proses pencernaan dalam proses penyerapan nutrisi.
Jika kondisi ini terjadi dalam waktu yang lama maka dapat mengakibatkan masalah stunting terhadap anak.
Dewi berharap kepada seluruh pihak agar dapat bersinergi demi mewujudkan Kota Bengkulu zero stunting kedepannya.
“Harapan kita ke depan masyarakat membantu agar stunting di Kota Bengkulu tidak naik,” kata dia.
Untuk diketahui, prevalensi stunting di Kota Bengkulu turun tajam, dari angka 12,9 persen di tahun 2022 lalu menjadi 6,7 persen turun 6,2 persen pada tahun 2023. (MC)
Editor : Sony






