Tujuh Jabatan Kosong Terisi, Mian Tegaskan: Jangan Hanya Duduk di Balik Meja

Wakil Gubernur Bengkulu, Mian, melantik tujuh pejabat Eselon II di Gedung GSG Kantor Gubernur pada Selasa (29/4/2025). (foto: Sudarwan/mediabengkulu.co)

Bengkulu, mediabengkulu.co – Pemerintah Provinsi Bengkulu bergerak cepat mengisi kekosongan di tujuh Organisasi Perangkat Daerah.

Wakil Gubernur Bengkulu, Mian, melantik tujuh pejabat Eselon II di Gedung GSG Kantor Gubernur pada Selasa (29/4/2025).

Mian berpesan tegas kepada pejabat baru soal kinerja. Kerja cepat, bangun jaringan, dan kelola anggaran tanpa celah.

Pelantikan ini dinilai sebagai langkah strategis dalam memperkuat pemerintahan Helmi–Mian yang kini memasuki tahap serius pembangunan.

Sebagian besar pejabat yang dilantik berasal dari Pemerintah Kota Bengkulu, memperkuat aroma konsolidasi politik.

“Bukan zamannya lagi pejabat sibuk hanya dengan rutinitas kantor. Kita butuh kalian untuk membangun relasi ke pusat, mengawal program-program strategis, terutama di bidang ketahanan pangan dan infrastruktur,” ujar Mian.

Ia juga mengingatkan pentingnya percepatan kerja dan penyerapan anggaran yang akuntabel, mengingat tahun anggaran terus berjalan dan pelaksanaan program masih di tahap awal.

“Sudah di ujung April, triwulan pertama hampir berakhir. Jangan sampai ada OPD yang serapan anggarannya lambat, apalagi sampai jadi temuan,” tegasnya.

Berikut tujuh pejabat yang resmi dilantik:

1. A. Gunawan – dari Kadis Pendidikan Kota ke Karo Umum Setda Provinsi
2. Hendri Kurniawan – dari Kadis Perhubungan Kota ke Kadis Perhubungan Provinsi
3. Arif Gunadi – dari Sekda Kota ke Kadis Ketahanan Pangan Provinsi
4. Irsan Setiawan – dari Kadis PMPTSP Kota ke Kadis Perkim Provinsi
5. Hadianto – dari Sekda Seluma ke Kepala Bapenda Provinsi
6. Mustarani Abiddin – dari Sekda Lebong ke Sekretaris DPRD Provinsi
7. Swifanedi – dari Kadis Kehutanan Kepahiang ke Kadis Sosial Provinsi

Dengan jabatan-jabatan strategis kini telah terisi, publik menanti apakah wajah birokrasi Bengkulu akan berubah menjadi lebih gesit dan responsif, atau hanya mengalami rotasi tanpa inovasi.

Laoran: Sudarwan // Editor: Helen