Unjuk Rasa, Warga Pasar Seluma Tuntut Hak Plasma dari PT Agri Andalas

warga Desa Pasar Seluma, Kecamatan Seluma Selatan, menggelar aksi unjuk rasa damai pada Senin pagi (15/9/2025). (foto: ist)

Seluma, mediabengkulu.co – Sekitar 80 warga Desa Pasar Seluma, Kecamatan Seluma Selatan, menggelar unjuk rasa dan aksi blokir jalan lalu lintas hasil kebun perusahaan PT Agri Andalas, Senin pagi (15/9/2025).

Massa menuntut kejelasan hak plasma 20% dari Hak Guna Usaha (HGU) perusahaan PT Agri Andalas.

Aksi unjuk rasa dipusatkan di Simpang Desa Pasar Seluma. Massa membawa karton bertuliskan berbagai tuntutan dan menggunakan pengeras suara.

“Silakan perusahaan beroperasi, tapi hak plasma kami jangan diabaikan,” tegas koordinator aksi, Ikhwan.

Massa juga mendesak pemerintah daerah dan provinsi untuk tidak tutup mata.

“Kalau tak mampu menyelesaikan, kami siap bawa masalah ini ke KPPU,” kata warga lainnya, Meriadi.

Berikut tuntutan yang disampaikan Warga:

1. Plasma 20% dari HGU PT Agri Andalas.

2. Peningkatan jumlah tenaga kerja lokal.

3. Kepastian lokasi perusahaan dimasukkan ke dalam HGU resmi.

4. Optimalisasi program CSR sesuai aturan.

5. Penyerahan lahan 2 hektar di Pos Cuming untuk sarana olahraga.

Pukul 11.00 WIB, jajaran Forkopimda Seluma turun langsung ke lokasi aksi, untuk melakukan mediasi.

Hadir dalam rombongan yaitu, Wakil Bupati Seluma Gustianto, Kapolres Seluma, AKBP Bonar Ricardo P. Pakpahan, Perwakilan Dandim 0425/Seluma, Kapten CKE Ario Badai, serta tiga Asisten Pemkab Seluma, Hendarsyah, Almedian Saleh, dan Riduan.

Asisten I Pemkab Seluma, Hendarsyah, menyampaikan hak masyarakat atas plasma dan CSR dijamin undang-undang.

“Kalau perusahaan belum memenuhi kewajiban, akan kami beri sanksi administratif. Tapi jika ternyata dana sudah diberikan dan tidak sampai ke warga, kami akan usut dugaan penyelewengan,” ujarnya di hadapan massa.

Forkopimda berjanji akan mengecek langsung ke lapangan dan mengonfirmasi ke pihak perusahaan.

Meski mediasi berlangsung damai, warga tetap melanjutkan orasi dan akan kembali turun ke jalan, jika tuntutan tidak dipenuhi.

“Kalau permintaan kami diabaikan, aksi akan berlanjut. Kami hanya minta keadilan,” ujar salah satu orator aksi. (hln)