Bengkulu, mediabengkulu.co – Anggota DPRD Provinsi Bengkulu dari fraksi Hanura, Usin Sembiring, menegaskan penolakannya terhadap penerapan Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) bagi para buruh dan pekerja swasta.
Menurutnya, gaji para pekerja di luar sektor pemerintahan masih di bawah rata-rata untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
“Maka dari itu, partai Hanura menolak Tapera ini karena kami ingin melindungi mereka yang gajinya masih rendah, terutama yang berada di bawah UMR atau UMK,” ujar Usin setelah rapat paripurna pada Jumat (21/6/2024).
Usin menegaskan bahwa Hanura mendukung kebijakan yang memberikan kebebasan kepada buruh untuk menabung sesuai dengan kebutuhan hidup mereka.
Baginya, yang terpenting adalah memberikan edukasi tentang pentingnya menabung untuk masa depan, bukan memaksa mereka dengan memotong gaji yang sudah pas-pasan.
“Kita harus memberikan kesadaran kepada rakyat untuk menabung demi masa depan anak-anak dan keluarga mereka. Sebagai contoh, kita tidak boleh memperlakukan buruh seperti dijadikan sapi perahan yang terus diperas, seperti halnya pemotongan BPJS, Jamsostek, dan kebijakan perbankan lainnya,” kata Usin.

Hanura berpendapat bahwa daripada menerapkan Tapera, lebih baik memberikan pendidikan dan edukasi kepada buruh melalui berbagai organisasi, kementerian, lembaga pemerintah, dan pihak terkait untuk mengajarkan pentingnya menabung dan berinvestasi untuk masa depan tanpa harus menggunakan metode pemaksaan.
Menurut Usin, pendekatan ini lebih efektif dan manusiawi dibandingkan pemotongan gaji secara paksa.
“Kita perlu mempertimbangkan kondisi ekonomi buruh yang sudah sulit. Menambahkan pemotongan lagi bukanlah solusi yang tepat. Sebaliknya, kita harus mencari cara untuk meringankan beban mereka dan memberikan dukungan yang mereka butuhkan untuk meningkatkan kesejahteraan,” tambah Usin.
Penolakan Usin terhadap Tapera mencerminkan keprihatinan partai Hanura terhadap kesejahteraan buruh dengan gaji rendah.
Ia berharap pemerintah dapat mendengarkan suara ini dan mempertimbangkan alternatif yang lebih manusiawi dan mendukung kesejahteraan buruh secara keseluruhan.
Dengan pendekatan yang tepat, buruh dapat lebih sejahtera tanpa merasa terbebani oleh kebijakan yang memaksa mereka menabung di tengah kondisi ekonomi yang sulit. (Adv)






