Kota Bengkulu, mediabengkulu.co – Upaya Pemerintah Kota Bengkulu membangun citra kota wisata kembali tercoreng. Seorang oknum pedagang di Pantai Panjang viral karena diduga memaksa pengunjung membayar sewa pondok hingga Rp150 ribu dan uang parkir di luar ketentuan.
Kasus ini bukan yang pertama. Sebelumnya, kejadian serupa juga pernah mencuat hingga membuat Walikota Bengkulu, Dedy Wahyudi, turun tangan langsung menegur pedagang di lokasi.
“Tindakan seperti ini jelas merusak citra Bengkulu sebagai kota wisata. Pedagang harusnya memberi pelayanan yang ramah dan harga wajar, agar wisatawan merasa nyaman,” tegas Dedy, Kamis (13/11/2025).
Ia menegaskan, pemerintah berkomitmen menjadikan Pantai Panjang sebagai ikon wisata unggulan.
“Peran pedagang sangat penting dalam memberikan kesan positif. Jangan ada lagi praktik memaksa atau pungutan liar,” tambahnya.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pariwisata Bengkulu, Nina Nurdin, menyayangkan tindakan tersebut.
Ia menyebut pihaknya terus memberi sosialisasi, agar pedagang tidak memungut biaya sewa yang tak masuk akal.
“Kalau ada yang memaksa, itu pelanggaran. Kami akan tindak tegas agar kejadian ini tidak terulang,” kata Nina.
Untuk mengantisipasi hal serupa, pemerintah kini tengah menyiapkan gazebo gratis bagi pengunjung di area seberang Hotel Grand Bougenville.
“Gazebo ini bisa digunakan tanpa biaya. Insyaallah tahun baru sudah bisa dipakai,” ujarnya.
Selain itu, pemerintah juga membuka ruang terbuka hijau (RTH) di sekitar Angel Wings untuk tempat bersantai pengunjung.
“Silakan digunakan, tapi tolong jaga kebersihan dan kenyamanan bersama,” tutup Nina.
Langkah ini diharapkan mampu mengembalikan kepercayaan wisatawan dan menjaga citra Bengkulu sebagai kota wisata yang ramah, nyaman, dan berbudaya. (MC)
Viral! Pengunjung Pantai Panjang Dipaksa Bayar Mahal, Pemkot Bengkulu Bereaksi Cepat






