Dempo Xler : Atasi Masalah Pasar PG Dewa, Penggelola Harus Ikuti Aturan Buka Ruang Komunikasi dengan Pedagang

Ketua Komisi I DPRD Provinsi Bengkulu, Dempo Xler

BENGKULU,mediabengkulu.co – Untuk mengatasi masalah yang terjadi di Pasar Pagar Dewa yang berada di Kecamatan Selebar Kota Bengkulu, ditanggapi oleh Ketua Komisi I DPRD Provinsi Bengkulu, Dempo Xler.

Dikatakan Dempo Xler, masalah yang terjadi di Pasar Pagar Dewa seharusnya dapat diselesaikan dengan baik. Yaitu penggelola, pedagang dan pemerintah mau duduk bersama untuk mencari solusi mengatasi masalah di pasar tersebut.

Selain itu, setiap bagian memiliki fungsinya masing-masing. Seperti pemerintah pembuat regulasi yang mengatur perekonomian termasuk pasar. Jika pihak pengelola ingin mengatur, harus mengikuti mekanisme yang ada.

Masyarakat itu bebas berusaha dan diberikan keluasaan sesuai dengan ketentuan dan aturan-aturan yang dibuat.

“Dengan adanya perundingan serta menyadari hak dan kewajiban, tentunya tidak akan timbul perselisihan. Semua pihak yang mau membuka ruang komunikasi ataupun berdialog, tidak akan menemukan jalan buntu saat mencari solusi,” kata Dempo, Selasa (16/7/2022).

Ia mengajak semua berfikir dewasa, jangan mementingkan ego masing-masing dan harus berfikiran jernih. “Jangan merasa paling benar baik pedagang, pengelola, maupun pemerintah,” tegasnya.

Menurut Dempo, menang kalah bukanlah solusi dalam menyelesaikan permasalahan, tapi sebaliknya mereka harus mencari kebijaksanaan dalam hal tersebut.

Disamping itu, Dempo minta mereka dapat melihat masalah ini dari sudut masyarakat yang berdagang untuk memenuhi kebutuhan hidup. Pengelola membutuhkan keuntungan. Sedangkan pemerintah mengharapkan adanya keteraturan.

Dempo pun yakin, para pedagang Pasar Pagar Dewa bukan ingin kaya, tetapi mereka mencari solusi dalam kehidupan.

Sedangkan pihak pengelola tidak mungkin kaya dengan proses seperti ini. Namun mereka akan mendapatkan kesinambungan dalam berbisnis. Begitu juga dengan pemerintah yang mencari cara, bagaimana bisa meningkatkan ekonomi rakyat.

“Tiga hal ini, bisa disatukan dengan bingkai yang sama. Keteraturan, keuntungan dan pertumbuhan ekonomi masyarakat,” ujar Dempo. (Adv)