BENGKULU,mediabengkulu.co – Dalam beberapa bulan terakhir di wilayah Provinsi Bengkulu dan Kota Bengkulu sering terjadi kelangkaan BBM solar. Tak heran setiap hari terpantau puluhan truk di SPBU mengantri cukup lama untuk mendapatkan solar didaerah ini.
Untuk mengatasi kelangkaan solar tersebut, Ketua Fraksi Gerinda sekaligus Sekretaris Komisi III DPRD Provinsi Bengkulu H. Herwin Suberhani, S.H., M.H. mendukung Pemprov Bengkulu untuk mengusulkan penambahan kuota BBM solar bersubsidi untuk Provinsi Bengkulu kepada Kementerian ESDM RI.
Kesepakatan Legislatif dan pihak eksekutif tersebut digelar pada hearing yang dipimpin Ketua Komisi III Tantawi Dali, M.M diruang rapat DPRD Pemprov Bengkulu, pada Rabu 3 Agustus 2022.
Dikatakan Tantawi Dali, sulitnya kendaraan truk untuk mendapatkan solar tersebut membuat antrean panjang di beberapa SPBU di Bengkulu. Hal ini sangat berdampak bagi pertumbuhan ekonomi di daerah ini.
Karena para supir truk dan pengguna lainnya mengantre begitu lama di SPBU. Solusinya , maka Pemprov harus segera melakukan tindakan.
“Saat ini banyak sekali antrean mobil di SPBU di Bengkulu. Kita mendukung Pemprov untuk mengusulkan penambahan kuota BBM solar subsidi ke Kementerian ESDM RI,” kata Herwin Suberhani dalam rapat hearing tersebut.
Apa tanggapan pihak Pertamina untuk mengatasi kelangkaan solar di daerah ini ? Sales Manager Pertamina TBBM Bengkulu, Ferry Pernando dalam rapat dengan mitra Komisi III DPRD Provinsi Bengkulu factor mengatakan, kelangkaan BBM yang terjadi di Bengkulu disebabkan oleh lonjakan permintaan secara mendadak.
Menurut Ferry Pernando, hal itu dikarenakan kegiatan ekonomi kembali normal, diikuti dengan komoditas hasil perkebunan yang meningkat serta kurangnya kuota BBM bersubsidi.
Untuk itu, Ferry berharap rencana adanya DPRD dan Pemprov mengusulkan penambahan kuota BBM subsidi ke Kementerian ESDM RI dapat dipenuhi sesuai harapan.
Karo Bangda Abdul Hafizh yang mewakili Pemprov Bengkulu saat rapat menjelaskan, dimana Pemprov telah mengusulkan penambahan kuota Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar subsidi sebanyak 31 ribu kilo liter (KL). Diharapkan usulan penambahan kuota tersebut dapat mengatasi kelangkaan BBM solar subsidi yang terjadi di Provinsi Bengkulu.
“ Solusinya, dengan pembatasan pengisian BBM, dan menetapkan beberapa titik SPBU untuk pengisian BBM jenis solar bersubsidi,” tegasnya. (Adv)






