Bengkulu, mediabengkulu.id – Pemerintah Provinsi Bengkulu bersama BPJS Kesehatan memperkuat Program Pesiar (Petakan, Sisir, Advokasi, dan Registrasi) untuk mengoptimalkan layanan Jaminan Kesehatan Nasional hingga ke tingkat desa.
Penguatan program tersebut ditandai dengan sosialisasi sekaligus penandatanganan perjanjian kerja sama yang digelar di Hotel Nala Sea Side, Kamis (12/3/2026).
Kegiatan ini dibuka langsung oleh Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni.
Deputi Direksi Wilayah III BPJS Kesehatan, Anurman Huda, mengatakan Program Pesiar bertujuan menjangkau masyarakat desa yang belum terdaftar sebagai peserta JKN, sekaligus meningkatkan keaktifan peserta yang sudah terdaftar.
“Cakupan peserta JKN di Provinsi Bengkulu sudah mencapai 100 persen atau sekitar 2.153.765 orang. Namun tingkat keaktifannya baru 85 persen. Artinya, masih ada sekitar 15 persen atau hampir 300 ribu peserta yang belum aktif,” kata Anurman.
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi tantangan bersama bagi pemerintah daerah dan BPJS Kesehatan untuk kembali mengaktifkan peserta melalui berbagai langkah strategis, salah satunya lewat Program Pesiar.
Program ini melibatkan pemerintah desa melalui agen Pesiar. Mereka bertugas memetakan data penduduk, menyisir wilayah berdasarkan hasil pemetaan, serta memastikan masyarakat yang berhak mendapatkan layanan JKN sudah terdaftar.
Selain itu, BPJS Kesehatan juga memberikan apresiasi kepada agen Pesiar dengan kinerja terbaik sepanjang 2025.
Penghargaan diberikan kepada Desa Durian Sebatang, di Kabupaten Bengkulu Selatan, Desa Padang Suka dan Pasar Lama di Kabupaten Kaur, Desa Gunung Alam di Kabupaten Lebong, serta Desa Sindang Jaya dan Desa Seguring di Kabupaten Rejang Lebong.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni, menyebutkan jumlah desa di Provinsi Bengkulu mencapai 1.342 desa.
Program Desa Pesiar telah berjalan selama tiga tahun terakhir.
“Pada 2024 ada 48 desa yang menjalankan program ini, kemudian 21 desa pada 2025, dan tahun 2026 bertambah 23 desa. Program ini akan terus berlanjut ke depan,” ujar Herwan.
Ia menegaskan bahwa jaminan kesehatan menjadi salah satu program prioritas Gubernur dan Wakil Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan dan Mian, dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Menurut Herwan, keberhasilan program ini sangat bergantung pada pendataan yang akurat serta sinergi antara pemerintah desa dan perangkat daerah terkait.
“Program Pesiar mempermudah masyarakat desa mengakses layanan administrasi BPJS Kesehatan, terutama bagi warga di wilayah pelosok. Karena itu, pembaruan data peserta JKN harus terus dilakukan,” tutupnya. (mc)
Pemprov Bengkulu dan BPJS Kesehatan Perkuat Program Pesiar Jangkau Warga Desa






