Kota Bengkulu, mediabengkulu.id – Aksi unjuk rasa mahasiswa yang digelar BEM SI Daerah Bengkulu dan Aliansi Bengkulu di depan Kantor DPRD Provinsi Bengkulu berlangsung aman dan tertib, Kamis (2/4/2026).
Sebanyak 300 personel gabungan dari Polresta Bengkulu, Polda Bengkulu, dan polsek jajaran dikerahkan untuk mengamankan jalannya aksi.
Pengamanan dipimpin Kapolresta Bengkulu, Kombes Pol Rahmad Hidayat. Seluruh personel diarahkan bertindak profesional dan mengedepankan pendekatan humanis.
“Personel diminta tetap satu komando, tidak terpancing situasi, dan mengutamakan pelayanan,” ujarnya saat apel.
Aksi dimulai dari Masjid Raya Baitul Izzah, lalu massa bergerak ke DPRD Provinsi Bengkulu untuk menyampaikan aspirasi.
Di lokasi, arus lalu lintas tetap terkendali. Pengaturan dilakukan oleh jajaran Satlantas di bawah kendali AKP Aan Setiawan.
Massa aksi yang dipimpin Ghifar Alfariszy, menyuarakan sejumlah tuntutan.
Di antaranya revisi UU Nomor 3 Tahun 2025, pengesahan RUU Perampasan Aset, hingga penolakan penempatan TNI aktif di jabatan sipil.
Aksi ini juga merupakan respons atas kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus, di Jakarta Pusat.
Sekitar 100 massa dari berbagai elemen mahasiswa dan organisasi turut ambil bagian.
Mereka membawa spanduk, bendera, serta mobil komando untuk menyampaikan aspirasi.
Aksi berakhir pukul 17.30 WIB dalam kondisi aman dan kondusif.
Tidak ada insiden berarti selama kegiatan berlangsung.
Usai aksi, aparat kepolisian bersama peserta melakukan aksi bersih-bersih di lokasi.
Sampah dan atribut yang tertinggal dikumpulkan sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan. (**)
Aksi Unras Mahasiswa di DPRD Prov Berlangsung Tertib






