Jakarta, mediabengkulu.co – Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKI) menilai arahan Presiden Prabowo Subianto, soal peran pendidikan tinggi dalam mendukung investasi strategis dan hilirisasi nasional sebagai langkah krusial untuk memperluas lapangan kerja.
Ketua Umum HKI, Akhmad Ma’ruf Maulana mengatakan, dukungan perguruan tinggi terhadap 18 proyek strategis hilirisasi yang dikelola Danantara menegaskan arah pembangunan industri yang semakin terstruktur.
Menurut Ma’ruf, proyek-proyek tersebut berpotensi besar menciptakan lapangan kerja baru, baik pada fase konstruksi maupun operasional.
“HKI melihat arahan Presiden sebagai sinyal kuat. Pembangunan industri ke depan harus ditopang SDM siap kerja, riset terapan, dan inovasi,” ujar Ma’ruf.
HKI menilai kehadiran Danantara berperan penting dalam mempercepat pembiayaan dan realisasi proyek hilirisasi.
Kawasan industri, kata Ma’ruf, menjadi simpul utama agar proyek segera berjalan melalui kesiapan lahan, utilitas, layanan, dan ekosistem industri terintegrasi.
Ia menambahkan, hubungan Danantara dan kawasan industri bersifat saling melengkapi.
Danantara memperkuat pembiayaan dan portofolio proyek strategis, sementara kawasan industri memastikan kesiapan lokasi dan iklim usaha.
“Dengan kolaborasi ini, investasi bisa cepat terealisasi dan membuka lapangan kerja secara luas,” katanya.
Ma’ruf menegaskan keberhasilan 18 proyek strategis hilirisasi akan menciptakan siklus pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.
“Ketika investasi tumbuh, ekonomi bergerak. Lapangan kerja pun tercipta, dan daya saing industri nasional semakin kuat,” ujarnya.
Untuk mendukung penyerapan tenaga kerja, HKI siap memperkuat koordinasi dengan Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM.
Upaya ini meliputi percepatan kesiapan kawasan industri, fasilitasi perizinan, serta pengawalan hambatan investasi.
Di sisi lain, HKI menekankan pentingnya keterlibatan perguruan tinggi dalam menyiapkan SDM sesuai kebutuhan industri.
Komitmen ini ditegaskan melalui nota kesepahaman dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi serta Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM.
Kesepakatan tersebut disampaikan pada Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia 2025 yang disaksikan Presiden Prabowo Subianto.
“HKI siap menindaklanjuti arahan Presiden. Kawasan industri bisa menjadi laboratorium nyata bagi riset terapan, pengembangan talenta, dan penyerapan lulusan perguruan tinggi,” pungkas Ma’ruf. (**)
HKI: Hilirisasi dan Sinergi Kampus Jadi Kunci Penciptaan Lapangan Kerja






