Jakarta, mediabengkulu.co – Kementerian ATR/BPN menargetkan penyelesaian Konsolidasi Tanah 2025 di seluruh Indonesia.
Program ini bertujuan menata ruang, memperbaiki permukiman, dan meningkatkan nilai tanah masyarakat.
Plt Dirjen PTPP, Embun Sari menyatakan, tahapan awal hingga persetujuan warga sudah rampung.
“Saat ini kami fokus finalisasi dokumen untuk sertifikasi. Insyaallah 100% selesai tahun ini,” ujarnya dalam Rakernas Kementerian ATR/BPN, Senin (08/12/2025).
Tahun ini, Ditjen PTPP melaksanakan Konsolidasi Tanah di 16 provinsi dengan total 2.833 bidang tanah. Progres pembangunan fisik mencapai 81%.
Embun, menekankan kerja sama erat antara Kanwil BPN Provinsi, Kantor Pertanahan, dan pemerintah daerah untuk menyelesaikan paket prioritas.
Program ini tidak hanya menata ruang, tetapi juga memperbaiki lingkungan permukiman agar lebih tertib, legal, dan layak huni.
Akselerasi pekerjaan didukung sistem monitoring berbasis dashboard untuk memantau progres secara real time.
Rakernas diikuti 471 peserta dari seluruh Indonesia, termasuk Pejabat Pimpinan Tinggi Madya dan Pratama, Kepala Kanwil BPN, serta Kepala Kantor Pertanahan.
Serapan anggaran Ditjen PTPP menunjukkan tren positif, dengan realisasi di pusat 93,96% dan di daerah 88%.
Rakernas berlangsung 8–10 Desember 2025 dengan berbagai agenda untuk meningkatkan kualitas layanan pertanahan.
Sesi pengarahan dimoderatori Staf Ahli Reformasi Birokrasi Deni Santo, dengan narasumber Sekjen Dalu Agung Darmawan dan Kepala BPSDM Agustyarsyah. (**)
Kementerian ATR/BPN Targetkan Penuntasan Konsolidasi Tanah 2025 di Seluruh Indonesia






