Kisah Pahit Reza Ardiansyah: Lumpuh Seumur Hidup Setelah Pengeroyokan

Kisah Pahit Reza Ardiansyah: Lumpuh Seumur Hidup Setelah Pengeroyokan. (foto: dok)

Rejang Lebong, mediabengkulu.co – Reza Ardiansyah, seorang pelajar berusia 16 tahun dari Desa Duku Ulu, Kecamatan Curup Timur, kini terbaring lemah di tempat tidur, lumpuh seumur hidup akibat pengeroyokan yang terjadi pada 21 September 2024.

Setelah hampir sembilan bulan proses hukum yang panjang dan melelahkan, keluarga Reza Ardiansyah berharap keadilan akan ditegakkan. Namun, vonis ringan yang dijatuhkan kepada salah satu pelaku membuat keluarga korban merasa sangat kecewa dan tidak puas.

Reza kini terjebak dalam tubuh yang lumpuh, tidak bisa duduk, berjalan, atau melakukan aktivitas sehari-hari tanpa bantuan orang lain.

Kondisinya semakin parah karena tidak memiliki kontrol atas buang air kecil dan besar, sehingga memerlukan perawatan khusus dan bantuan penuh waktu.

Bayangkan bagaimana rasanya jika Anda harus bergantung sepenuhnya pada orang lain untuk setiap kebutuhan dasar.

Rovi, orang tua Reza, mengungkapkan kekecewaannya yang mendalam terhadap vonis yang dijatuhkan kepada pelaku.

“Bersihkan masjid selama 60 jam dan denda Rp50.000? Apakah ini yang dianggap sebagai keadilan?” Keluhnya, Kamis (05/06/2025).

Rovi menuntut aparat penegak hukum untuk lebih adil dan bijak dalam menjatuhkan hukuman.

Rovi juga menyayangkan lambannya proses hukum yang sudah berlangsung hampir sembilan bulan.

“Anak saya bukan anak ayam, tolong berikan keadilan,” tegasnya. Ia berharap pelaku dihukum seberat-beratnya sebagai peringatan bagi orang lain.

Mari kita berikan dukungan kepada Reza dan keluarganya dalam perjuangan mereka mencari keadilan. Kita juga perlu menuntut aparat penegak hukum untuk lebih adil dan efektif dalam menangani kasus kekerasan.

Bersama-sama, kita bisa membuat perbedaan dan memberikan harapan bagi mereka yang membutuhkan. Keadilan harus ditegakkan untuk semua korban kekerasan. (Yurnal)