Kunjungan Presiden Prabowo ke Inggris Perkuat Diplomasi Ekonomi dan Isu Lingkungan

Pabrik Pupuk Fakfak Dinilai Perkuat Produktivitas Petani dan Ketahanan Pangan Papua. (Foto: ist)
Jakarta, mediabengkulu.co – Presiden Prabowo Subianto melakukan lawatan kerja ke Inggris pada Januari 2026.

Kunjungan ini menegaskan fokus diplomasi Indonesia pada penguatan kerja sama ekonomi dan komitmen pelestarian lingkungan.

Presiden Prabowo bertolak dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, Minggu (18/1/2026), dan tiba di London untuk menjalani agenda bilateral dan kenegaraan.

Dalam lawatan tersebut, Presiden dijadwalkan bertemu Perdana Menteri Inggris Keir Starmer.

Pertemuan membahas penguatan hubungan ekonomi, perdagangan, investasi, serta kerja sama sektor maritim dan energi berkelanjutan.

Presiden Prabowo menegaskan posisi Inggris sebagai mitra strategis Indonesia, terutama dalam mendorong transformasi ekonomi nasional yang berorientasi pada nilai tambah.

“Indonesia membuka peluang kerja sama luas dengan Inggris, khususnya di bidang investasi hijau, industri berkelanjutan, dan perdagangan yang saling menguntungkan,” ujar Presiden Prabowo.

Selain agenda ekonomi, kunjungan ini juga menyoroti isu lingkungan.

Presiden Prabowo dijadwalkan bertemu Raja Charles III untuk membahas komitmen Indonesia dalam pelestarian hutan, keanekaragaman hayati, dan penanganan perubahan iklim.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyebut lawatan ini mencerminkan arah kebijakan luar negeri Indonesia yang menempatkan ekonomi dan lingkungan sebagai prioritas.

“Presiden ingin pertumbuhan ekonomi sejalan dengan perlindungan lingkungan. Inggris menjadi mitra penting dalam pengembangan ekonomi hijau dan konservasi,” kata Teddy.

Dari pihak Inggris, Perdana Menteri Keir Starmer menyambut baik komitmen Indonesia.

Ia menilai Indonesia memiliki peran strategis di kawasan Indo-Pasifik, khususnya dalam transisi energi dan perlindungan lingkungan.

Kunjungan Presiden Prabowo ke Inggris menjadi bagian dari rangkaian diplomasi internasional Indonesia.

Pemerintah berharap lawatan ini menghasilkan kesepakatan konkret yang memperkuat posisi Indonesia dalam diplomasi ekonomi dan lingkungan global. (**)