Seluma, mediabengkulu.co — Pasca Gempa Bumi M 6,3 mengguncang Bengkulu, aksi kejahatan bersenjata terjadi di Desa Marga Sari, Kecamatan Ilir Talo, Kabupaten Seluma, Jumat dini hari (23/5/2025).
Seorang warga setempat bernama Pardi (50) mengalami luka tembak di dada setelah mencoba menggagalkan aksi pencurian ayam di rumahnya.
Kejadian bermula saat Pardi melihat gerak-gerik mencurigakan di sekitar pekarangan rumah.
Ia keluar untuk memastikan dan mendapati seseorang sedang berusaha mencuri ayam.
Sekretaris Desa Marga Sari, Yulius Martoni, mengonfirmasi bahwa Pardi sempat kembali ke dalam rumah untuk mengambil parang sebagai bentuk perlindungan diri.
“Pak Pardi sempat masuk ke rumah untuk mengambil parang. Tapi saat hendak mendekati pelaku dari arah belakang rumah, pelaku menembaknya di bagian dada,” ujar Yulius, dikutip dari Kilas.co.id.
Ia menambahkan, pakaian putih yang dikenakan korban kemungkinan membuatnya mudah terlihat dalam gelap.
Setelah tertembak, Pardi sempat berusaha mengejar pelaku, namun kondisi luka yang cukup serius memaksanya mundur.
Ia kemudian berlari ke rumah bidan desa terdekat untuk meminta pertolongan.
Warga yang mengetahui kejadian itu langsung membawa korban ke RSUD Tais, tempat ia kini menjalani perawatan intensif.
Senjata yang digunakan pelaku diduga merupakan air shotgun, meski hingga kini belum ada konfirmasi resmi dari pihak berwenang mengenai jenis senjata yang digunakan.
Sementara itu, jajaran Polres Seluma langsung turun ke lokasi untuk mengumpulkan keterangan dan barang bukti.
Pihak kepolisian saat ini tengah memburu pelaku dan meminta masyarakat memberikan informasi jika mengetahui keberadaan atau identitas orang yang dicurigai.
“Kami fokus pada proses penyelidikan dan pengejaran pelaku. Kami juga mengimbau warga tetap waspada dan segera melapor jika melihat hal mencurigakan,” ujar salah satu petugas yang enggan disebut namanya.
Kasus ini menambah daftar kekhawatiran warga akan maraknya aksi kejahatan di daerah pedesaan.
Pemerintah desa dan kepolisian berkomitmen meningkatkan pengawasan lingkungan untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali. (Yola)






