Pemkot Bengkulu Perluas Skrining HIV, 20 Puskesmas Siap Layani

Pejabat Dinas Kesehatan Kota Bengkulu memberikan penjelasan terkait pentingnya skrining HIV di ruang kerja dengan latar trofi penghargaan
Pejabat Dinas Kesehatan Kota Bengkulu menyampaikan imbauan kepada masyarakat untuk meningkatkan kesadaran melakukan skrining HIV guna mencegah keterlambatan penanganan. (Foto: ist)

Kota Bengkulu, mediabengkulu.id – Pemerintah Kota Bengkulu memperkuat penanggulangan HIV dengan memperluas layanan skrining dan pengobatan di berbagai fasilitas kesehatan.

Langkah ini diharapkan mampu mendorong deteksi dini sekaligus menekan penularan.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kota Bengkulu, Nelli Hartati, menyebut saat ini 20 puskesmas telah mampu melakukan skrining HIV.

“Selain puskesmas, layanan juga didukung rumah sakit pemerintah, swasta, dan klinik. Ini untuk memperluas akses masyarakat,” ujarnya, Kamis (9/4/2026).

Ia menambahkan, dari seluruh fasilitas tersebut, sebanyak 21 layanan kesehatan sudah mampu memberikan pengobatan HIV. Fasilitas itu terdiri dari rumah sakit, klinik, dan puskesmas.

Data Dinas Kesehatan mencatat, sejak 2001 hingga 2026 terdapat 1.235 kasus HIV di Kota Bengkulu.

Sementara pada Januari hingga Maret 2026, ditemukan 32 kasus baru.

Nelli, menilai capaian ini tidak lepas dari kolaborasi lintas sektor, termasuk dukungan aparat dan lembaga masyarakat.

“Kami juga dibantu Satpol PP dalam menjangkau kelompok berisiko agar deteksi bisa dilakukan lebih cepat,” katanya.

Meski demikian, ia mengakui stigma masih menjadi tantangan utama. Banyak penderita enggan memeriksakan diri karena takut diketahui orang lain.

“Akibatnya, saat datang ke layanan kesehatan, kondisi sudah lanjut dan lebih sulit ditangani,” jelasnya.

Dinas Kesehatan mengimbau masyarakat tidak ragu melakukan pemeriksaan sejak dini.

Deteksi cepat dinilai penting untuk menjaga kualitas hidup pasien sekaligus mencegah penularan.

“Dengan pengobatan yang tepat, penderita tetap bisa hidup sehat dan produktif,” tutup Nelli.

Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran publik serta memperkuat pengendalian HIV di Kota Bengkulu secara berkelanjutan. (MC)