Sebanyak 2.600 Keluarga di MM Terdampak Kenaikan BBM Mendapat BLT

Mukomuko, mediabengkulu.co – Sekretaris Daerah Kabupaten Mukomuko, Bengkulu Yandaryat menyebutkan sebanyak 2.600 keluarga warga terdampak kenaikan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang akan menerima bantuan langsung tunai (BLT) dari pemerintah setempat.

“Nama-nama penerimanya sudah ada di Dinas Sosial dengan jumlah sebanyak 2.600 orang, mereka ini menerima BLT sampai bulan Desember 2022,” kata Sekda ikutif dari antarabengkulunews,Selasa,13 September 2022.

Pemerintah Kabupaten Mukomuko, tahun ini menyiapkan anggaran dari dana alokasi umum (DAU) dan dana bagi hasil sebesar Rp3,7 miliar untuk BLT bagi warga setempat terdampak kenaikan harga bahan bakar minyak BBM.

Ia mengatakan, pemerintah setempat melalui Dinas Sosial telah mendata sebanyak 2.600 keluarga yang akan menerima BLT sebesar Rp150.000 per bulan.

“Kita utamakan penerima BLT ini bagi keluarga yang terdampak kenaikan harga BBM seperti nelayan, tukang dodos atau panen buah sawit dan mereka yang jauh mengantar anak sekolah,” ujarnya.

Kepala Badan Penelitian Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Mukomuko Gianto sebelumnya mengatakan, pemerintah setempat menyiapkan anggaran untuk BLT menindaklanjuti Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 134/PMK.07/2022 tentang belanja wajib dalam rangka penanganan dampak inflasi tahun anggaran 2022.

Untuk mendukung program penanganan dampak inflasi, katanya, setiap pemerintah kabupaten/kota diwajibkan menganggarkan belanja wajib perlindungan sosial untuk periode bulan Oktober hingga Desember 2022.

Untuk menganggarkan dana untuk belanja wajib harus dengan melakukan perubahan peraturan kepala daerah tentang penjabaran APBD tahun anggaran 2022.

Untuk selanjutnya dituangkan dalam peraturan daerah mengenai perubahan tahun ini.

Terkait dengan teknis pembagian bantuan langsung tunai bagi warga tersebut, katanya, nanti akan diserahkan kepada Dinas Sosial.

Mudah-mudahan saja kegiatan pemberian bantuan langsung tunai bagi masyarakat yang terkena dampak kenaikan bahan bakar minyak dapat berjalan baik dan lancar,” ujarnya. (**)