Bengkulu, mediabengkulu.co – Komitmen terhadap Tri Dharma Perguruan Tinggi kembali ditunjukkan oleh dosen-dosen Jurusan Keperawatan dan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Bengkulu, melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat di Kelurahan Lempuing dan Nusa Indah, Kota Bengkulu, Minggu (31/8/2025).
Tahun ini, program PkM mengangkat tema: “Pemberdayaan Kader dalam Pencegahan dan Penanganan Penyakit Tidak Menular dengan Pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA).”
Penyakit Tidak Menular seperti hipertensi, diabetes melitus, asam urat, dan kolesterol tinggi masih menjadi ancaman serius bagi kesehatan masyarakat.
Melalui kegiatan ini, tim dosen memberikan solusi alami dan berkelanjutan dengan memberdayakan masyarakat memanfaatkan Tanaman Obat Keluarga sebagai alternatif pencegahan dan penanganan awal.
Ketua tim pengabdian, Ns. Anditha Ratnadhiyani, M.Kep., Sp.Kep.M.B, dalam sambutannya menyampaikan pentingnya peran kader sebagai ujung tombak promosi kesehatan.
“Kami ingin membekali para kader dengan pengetahuan dan keterampilan praktis untuk memanfaatkan TOGA dalam menjaga kesehatan. Harapannya, masyarakat lebih mandiri dan mengurangi ketergantungan terhadap obat-obatan kimia,” jelasnya.

Tim pengabdian juga melibatkan dosen lainnya, yaitu: Ns. Rahma Annisa, M.Kep., Ns. Erni Buston, SST., M.Kes., Ns. Dwi Wulandari, M.A.N., dan Dina Angraini, M.Tr. Keb.
Kegiatan berlangsung dalam beberapa rangkaian, antara lain:
1. Penyuluhan kesehatan mengenai PTM dan peran TOGA dalam pencegahan serta penanganannya.
2. Pelatihan budidaya dan pengolahan TOGA, mulai dari pengenalan tanaman hingga teknik pengolahan sederhana.
3. Praktik langsung pembuatan ramuan herbal untuk mengatasi keluhan ringan seperti batuk, demam, hipertensi, dan kolesterol.
4. Pendampingan kader dalam penerapan hasil pelatihan di lingkungan masing-masing.
Kegiatan ini disambut antusias oleh para kader dan masyarakat. Mereka aktif dalam sesi diskusi, praktik, dan menunjukkan komitmen untuk meneruskan program TOGA di wilayahnya.
Perwakilan dari Puskesmas Nusa Indah dan Lempuing yang turut hadir memberikan apresiasi tinggi.
“Program ini sangat aplikatif. Kader kami kini memiliki pengetahuan baru yang bisa langsung diterapkan. Ini langkah konkret dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat,” ungkap salah satu penanggung jawab program PTM dari puskesmas.
Kegiatan ini sejalan dengan program pemerintah, khususnya Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS), dan menjadi bentuk nyata kontribusi Poltekkes Kemenkes Bengkulu dalam upaya menekan angka kejadian PTM.

“Selama ini kami hanya tahu menanam TOGA, tapi tidak tahu cara mengolahnya. Sekarang kami jadi lebih percaya diri untuk memanfaatkannya dan mengedukasi warga lain.” Ungkap kader kesehatan dari Kelurahan Lempuing, Rohida.
Senada dengan itu, Ibu Yusmardiana dari Kelurahan Nusa Indah menambahkan.
“Kami jadi tahu bahwa tanaman seperti kunyit, jahe, dan daun sirih di pekarangan rumah bisa dimanfaatkan untuk menjaga kesehatan keluarga. Semoga program seperti ini terus berlanjut.”
Melalui kegiatan ini, diharapkan terbentuk kader-kader kesehatan yang berdaya, aktif, dan mampu menjadi agen perubahan di tengah masyarakat, menuju kehidupan yang lebih sehat dan mandiri dengan kekuatan alam lokal.
Penulis: Ns. Dwi Wulandari, S.Kep., M.A.N






