Teknologi Pertanian Perkuat Swasembada Pangan

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka meninjau inovasi teknologi pertanian berbasis AI di Universitas Kristen Satya Wacana
Wapres Gibran Rakabuming Raka meninjau hasil riset sensor tanah berbasis AI dan sistem smart farming di UKSW, Salatiga. (foto: ist)

Jakarta, mediabengkulu – Pemerintah terus mendorong pemanfaatan teknologi pertanian berkelanjutan untuk memperkuat swasembada pangan nasional.

Strategi ini dijalankan melalui sinergi inovasi perguruan tinggi dan transformasi pertanian di daerah berbasis digital dan mekanisasi modern.

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka meninjau langsung berbagai inovasi mahasiswa saat berkunjung ke Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) di Salatiga, Jawa Tengah.

Inovasi tersebut berfokus pada pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) untuk sektor pertanian.

Dalam kunjungan itu, Gibran melihat riset sensor tanah berbasis AI dan sistem smart farming yang dikembangkan lintas fakultas.

Teknologi ini dirancang untuk meningkatkan efisiensi pengelolaan lahan dan produktivitas hasil pertanian.

“Inovasi seperti ini sangat dibutuhkan untuk mencapai swasembada pangan. AI bukan lagi tren, tapi kebutuhan agar pertanian lebih efisien dan modern,” ujar Gibran.

Ia menegaskan, pemerintah akan terus mendorong kolaborasi perguruan tinggi dan industri agar hasil riset dapat dihilirisasi dan dimanfaatkan langsung oleh petani.

Di daerah, transformasi pertanian berbasis teknologi juga terus dipercepat.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menargetkan swasembada pangan pada 2026 melalui pemanfaatan teknologi pertanian modern.

Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji menyebut lahan percontohan seluas 10 hektare di Bukit Biru mampu menghasilkan panen sekitar 6,8 ton.

Capaian ini didukung mekanisasi, pemetaan lahan berbasis teknologi, serta pemupukan menggunakan drone.

“Ini bukti kita mampu. Tinggal mempercepat pendataan CPCL, verifikasi lapangan, SID, dan penetapan denah sawah,” kata Seno Aji.

Langkah tersebut diambil untuk menjawab keterbatasan tenaga kerja dan luasnya lahan pertanian di Kaltim.

Transformasi digital dan mekanisasi juga dinilai mampu menarik minat generasi muda terjun ke sektor pertanian, seiring meningkatnya kebutuhan pangan, termasuk dengan hadirnya Ibu Kota Nusantara (IKN). (**)