Viral Meja Kursi Berserakan di Danau Dendam, Pemkot Bengkulu Bantah Terlibat

Walikota Bengkulu, Dedy Wahyudi. (foto: ist)

Kota Bengkulu, mediabengkulu.co – Sebuah video yang memperlihatkan meja dan kursi pedagang berhamburan di kawasan wisata Danau Dendam Tak Sudah, Kota Bengkulu, ramai beredar di media sosial sejak Kamis 16 Mei 2025.

Video itu memicu reaksi publik dan memunculkan dugaan adanya kaitan antara kejadian tersebut, dengan kebijakan penataan kawasan wisata yang digagas Pemerintah Kota Bengkulu.

Wali Kota Bengkulu, Dedy Wahyudi, langsung merespons video tersebut. Ia menegaskan tidak pernah menginstruksikan siapa pun untuk membuang atau merusak properti milik pedagang.

“Saya tidak tahu siapa yang melakukannya. Saya tidak pernah menyuruh Satpol PP atau pihak mana pun melakukan tindakan itu,” ujar Dedy, Minggu (18/5/2025).

Menurut Dedy, insiden itu terjadi usai dirinya mengunjungi Danau Dendam beberapa waktu lalu.

Dalam kunjungan tersebut, ia hanya menyampaikan imbauan agar para pedagang menjaga kebersihan dan memberikan kenyamanan kepada para wisatawan.

“Saya hanya meminta pedagang bersikap ramah kepada pengunjung, tidak memaksa mereka membeli dagangan. Kalau perlu, tempelkan tulisan bahwa duduk di area ini tidak wajib membeli,” jelasnya.

Dedy menduga ada pihak tertentu yang sengaja menciptakan konflik antara pedagang dan pemerintah.

Ia mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh informasi yang belum jelas.

Ketua Umum Laskar Melayu Bengkulu, Junaidi Zul, juga angkat bicara. Ia menyayangkan munculnya pihak-pihak yang menyebarkan narasi negatif terhadap program pembangunan pemerintah.

“Kalau tidak setuju dengan penataan kota, sampaikan dengan cara yang baik. Jangan memfitnah atau membuat kegaduhan,” tegas Junaidi.

Junaidi juga menilai Pemerintah Kota Bengkulu memang perlu membenahi kawasan wisata, agar menjadi tempat yang layak dan nyaman untuk dikunjungi.

Ia mengingatkan agar kejadian buruk yang sempat terjadi di kawasan Danau Dendam beberapa tahun lalu, seperti konflik pedagang dan pengunjung, tidak terulang lagi.

Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian mengenai siapa pelaku yang membuang meja dan kursi ke dalam danau.

Pemerintah Kota Bengkulu tetap berkomitmen untuk melakukan penataan kawasan wisata dengan pendekatan persuasif dan dialog bersama masyarakat.