Walikota Bengkulu Hentikan Sementara Izin Wisata ke Pulau Tikus

Wali Kota Bengkulu, Dedy Wahyudi, resmi menghentikan sementara seluruh aktivitas wisata ke Pulau Tikus, Jumat (16/5/2025). (foto:dok/ist)

Kota Bengkulu, mediabengkulu.co – Setelah insiden kapal wisata Tiga Putera karam yang menyebabkan korban jiwa, Wali Kota Bengkulu, Dedy Wahyudi, resmi menghentikan sementara seluruh aktivitas wisata ke Pulau Tikus.

Keputusan ini diumumkan pada Jumat (16/5/2025) sebagai langkah awal pembenahan sektor wisata bahari di wilayah tersebut.

“Ini bentuk tanggung jawab kita bersama. Untuk sementara, perjalanan wisata ke Pulau Tikus kita hentikan, sesuai permintaan Gubernur. Pemerintah akan fokus membenahi sistem transportasi wisata agar lebih aman dan nyaman,” ujar Dedy.

Menurut Dedy, pemerintah akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap perusahaan wisata di Kota Bengkulu, khususnya yang beroperasi di wilayah perairan.

Evaluasi ini bertujuan memastikan setiap kapal wisata memiliki izin lengkap dan standar keselamatan yang memadai.

“Dinas Pariwisata akan kami minta untuk berkoordinasi dengan KSOP. Kapal wisata harus benar-benar laik jalan. Tidak boleh ada lagi kapal yang dipaksakan beroperasi tanpa memenuhi standar,” tegasnya.

Dalam keterangannya, Dedy juga menyebut bahwa kapal wisata Tiga Putera hanya mengantongi izin usaha.

Belum ada kepastian apakah kapal tersebut memiliki izin operasional dari Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) yang mencakup kelayakan pelayaran dan standar keselamatan.

“Ini jadi perhatian serius kami. Keselamatan wisatawan harus jadi prioritas utama, bukan sekadar izin usaha,” ucap Dedy.

Fakta lain yang disorot Wali Kota adalah absennya kontribusi retribusi dari kapal wisata yang selama ini beroperasi ke Pulau Tikus.

Untuk itu, pemerintah kota tengah menyusun regulasi baru yang akan memperketat izin usaha wisata, sekaligus mengatur pendapatan daerah dari sektor ini.

“Sudah saatnya wisata bahari dikelola dengan lebih profesional dan terstandar. Regulasi akan kita perketat agar kejadian serupa tak terulang,” tutup Dedy.

Dengan penutupan sementara ini, Pemkot Bengkulu berharap bisa menyusun ulang tata kelola wisata bahari agar lebih aman, tertib, dan menguntungkan semua pihak, termasuk wisatawan.

Sumber: Mitra Humas