Jakarta, mediabengkulu.id – Gerak cepat Polri bersama Kementerian Haji dan Umrah mulai menunjukkan hasil. Meski baru dibentuk pada April 2026, Satgas Penanganan Haji dan Umrah Ilegal langsung bekerja efektif.
Dalam waktu singkat, puluhan laporan masyarakat berhasil ditindaklanjuti. Ini menjadi bukti keseriusan negara melindungi calon jemaah haji dari praktik penipuan.
Wakapolri, Dedi Prasetyo, menegaskan Satgas Haji bergerak dengan strategi terpadu.
“Kami fokus pada pencegahan sekaligus penegakan hukum secara tegas dan profesional,” ujarnya di Jakarta, Kamis (30/4/2026).
Menurutnya, langkah yang diambil tidak hanya penindakan. Satgas juga mengedepankan edukasi kepada masyarakat agar tidak mudah tertipu.
Polri bersama kementerian terkait melakukan pertukaran data dan pemetaan jaringan pelaku. Dari hasil tersebut, ditemukan adanya pelaku yang beraksi berulang kali.
“Beberapa pelaku bahkan melakukan penipuan hingga puluhan kali. Ini yang kami kejar untuk memberi efek jera,” tegasnya.
Perlindungan tidak hanya dilakukan di dalam negeri. Pemerintah juga memperluas koordinasi hingga ke Arab Saudi.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan keamanan warga negara Indonesia selama menjalankan ibadah haji.
Upaya tersebut diperkuat setelah muncul kasus tiga WNI yang diamankan aparat Arab Saudi terkait dokumen haji.
Sejak Satgas dibentuk, kesadaran masyarakat mulai meningkat. Hal ini terlihat dari jumlah laporan yang masuk.
Hingga kini, Satgas telah menerima lebih dari seratus laporan. Sebagian besar masih dalam proses penanganan.
Penanganan dilakukan dengan pendekatan menyeluruh. Mediasi dan keadilan restoratif tetap diutamakan, namun penegakan hukum akan dilakukan jika diperlukan.
Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, mengapresiasi langkah cepat Polri.
“Negara hadir penuh untuk melindungi jemaah, baik di dalam negeri maupun di Tanah Suci,” ujarnya.
Ke depan, sinergi lintas lembaga akan terus diperkuat. Bahkan, Polri direncanakan ikut terlibat dalam struktur Amirul Hajj.
Langkah ini diharapkan mampu memastikan keamanan dan kenyamanan jemaah secara menyeluruh. (**)
Satgas Haji Bergerak Cepat, Puluhan Kasus Penipuan Terungkap






