Hari Kartini di ATR/BPN: Perempuan Jadi Motor Utama Layanan Pertanahan

Pegawai perempuan Kementerian ATR BPN mengikuti peringatan Hari Kartini di Jakarta
Pegawai perempuan Kementerian ATR/BPN mengikuti peringatan Hari Kartini 2026 yang menegaskan peran strategis perempuan dalam sektor pertanahan dan tata ruang. (foto: ist)

Jakarta, mediabengkulu.id – Semangat Hari Kartini terasa kuat di lingkungan Kementerian ATR/BPN. Peringatan tahun ini menegaskan satu hal: perempuan kini menjadi penggerak utama dalam layanan pertanahan dan tata ruang.

Sekretaris Jenderal ATR/BPN, Dalu Agung Darmawan, menegaskan kontribusi perempuan tidak lagi sekadar pelengkap.

“Perempuan bukan hanya partisipan. Mereka punya peran strategis dalam menggerakkan sektor pertanahan dan tata ruang,” ujarnya dalam acara di Jakarta, Kamis (30/4/2026).

Menurutnya, kehadiran perempuan memberi warna dalam pelayanan publik yang lebih inklusif dan berkeadilan. Perempuan juga dinilai mampu menjadi perekat di tengah keberagaman.

Data internal menunjukkan peran itu bukan sekadar wacana. Saat ini, hampir setengah pegawai ATR/BPN adalah perempuan.

Dari total lebih dari 33 ribu pegawai, sekitar 45 persen merupakan perempuan. Namun, jumlah tersebut belum sepenuhnya tercermin di posisi pimpinan.

“Fondasi kita kuat di level pelaksana. Tapi ruang kepemimpinan masih menjadi tantangan sekaligus peluang,” jelas Dalu.

Ia mendorong perempuan untuk terus berkembang dan mengambil peran lebih besar dalam struktur organisasi.

Tak hanya bicara peran, ATR/BPN juga menaruh perhatian pada kesehatan pegawai perempuan. Dalam rangkaian kegiatan, digelar edukasi kesehatan hingga layanan pemeriksaan gratis.

Sekretaris Dewan KORPRI ATR/BPN, Hari Susiyanto, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan menjaga kualitas sumber daya manusia.

“Kesehatan menjadi fondasi penting agar perempuan bisa berperan optimal,” katanya.

Hal senada disampaikan perwakilan Dewan Pengurus KORPRI Nasional, Hariyadi Wibowo.

“Perempuan harus menjaga kesehatan fisik dan mental agar bisa berkontribusi secara utuh,” ujarnya.

Peringatan yang mengusung tema “Perempuan sebagai Entitas Penjaga Peradaban dan Pemersatu Bangsa” ini diikuti ratusan peserta dari berbagai unit kerja.

Momentum ini sekaligus menjadi pengingat bahwa peran perempuan terus berkembang, tidak hanya dalam keluarga, tetapi juga dalam pembangunan bangsa. (**)