Limbah Plastik Jadi Cuan di Seguring

warga membuat anyaman dari limbah plastik di sentra UMKM Desa Seguring
Wakil Ketua I DPRD Rejang Lebong Pera Hariyani bersama FPPI melihat proses pembuatan anyaman dari limbah plastik di Desa Seguring. (foto: ist)

Rejang Lebong, mediabengkulu.id – Limbah plastik kini berubah jadi sumber penghasilan. Wakil Ketua I DPRD Rejang Lebong, Pera Hariyani, bersama Forum Pemberdayaan Perempuan Indonesia mendorong penguatan UMKM ramah lingkungan di Desa Seguring, Selasa (21/4/2026).

Kunjungan dilakukan langsung ke sentra UMKM milik Arif, di Kecamatan Curup Utara. Di tempat itu, limbah plastik diolah menjadi produk anyaman bernilai jual.

Tas, bakul, hingga sangkek diproduksi setiap hari. Produk ini kini mulai diminati pasar lokal.

“Plastik ini berasal dari limbah Bengkulu. Ide ini sangat luar biasa dan bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Pera di lokasi.

Ia menilai potensi limbah sangat besar. Jika dikelola, bisa menjadi peluang ekonomi baru.

Pera mendorong produk lokal ini dipakai dalam kehidupan sehari-hari.

“Saya mengimbau ibu-ibu agar menggunakan tas anyaman lokal saat berbelanja,” katanya.

Menurutnya, langkah ini punya dampak ganda. Selain mengurangi sampah plastik, juga meningkatkan ekonomi warga.

Owner UMKM, Arif, mengaku usaha ini berawal dari kepedulian sosial. Ia ingin menciptakan lapangan kerja dari limbah.

“Usaha ini membantu masyarakat sekitar agar punya penghasilan tambahan,” ujar Arif.

Saat ini, usaha tersebut menyerap 10–15 pekerja harian. Produksi mencapai 20 jenis produk setiap hari.

Sistem kerja dibagi sesuai keahlian. Ada yang memotong plastik, ada juga yang fokus menganyam.

“Semua bekerja sesuai peran masing-masing,” jelasnya.

Arif menekankan, usaha ini hanya berjalan dengan kerja tim yang solid. Mulai dari pengumpulan bahan hingga pemasaran dilakukan bersama.

Ia berharap usaha ini terus berkembang dan menyerap lebih banyak tenaga kerja.

Kunjungan Pera dan FPPI menjadi dorongan baru. UMKM berbasis lingkungan dinilai mampu mengubah masalah sampah menjadi peluang ekonomi. (yurnal)